Friday, March 16, 2012

Film Hachiko

Beberapa hari yang lalu aku diajak seorang temanku buat melihat film ini. Film yang dibintangi oleh Richard Gere ini menceritakan tentang kesetiaan seekor anjing Akita bernama Hachi kepada tuannya, Parker. Setiap pagi saat berangkat kerja, Hacho selalu mengantarkan Parker sampai ke stasiun. Sebelum pukul 5 sore, Hachi sudah setia menunggu Parker di depan stasiun. Begitulah yang dilakukan Hachi srtiap hari.

Hingga suatu hari saat sedang mengajar, Parker terkena serangan jantung dan langsung meninggal. Jenazahnya yang langsung dimakamkan di belakang kampus membuat Hachi terus menunggu kedatangnan Parker di stasiun. Walaupun anak Parker, petugas stasiun dan Ken sahabat Parker telah berusaha menjelaskan pada Hachi bahwa Parker telah tiada, tapi Hachi tetap setia menunggu Parker di depan stasiun hingga 1bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya 10 tahun kemudian, Hachi meninggal dan bisa bertemu ‘Parker’ kembali.

Film ini diangkat dari kisah nyata. Hachiko yang sesungguhnya lahir di Odate, Jepang pada tahun 1923. Ketika tuannya yang bernama Dr. Eisaburo Ueno meninggal pada Mei, 1925, keesokan harinya Hachiko kembali ke Stasiun Shibuya untuk menunggu tuannya sampai 9 tahun lamanya. Kemudian Hachiko meninggal pada Maret 1934. Hingga akhirnya, sebuah patung perunggu Hachiko dibuat di depan Stasiun Shibuya untuk mengenang kesetiaan Hachiko yang menunggu tuannya sampai meninggal.

Sebenarnya, jauh sebelum menonton film ini – tepatnya waktu aku masih SD – seorang Guruku pernah menceritakan kisah seekor anjing yang setia menunggu tuannya di depan stasiun kereta, bahkan sampai meninggal. Cerita itu masih aku ingat sampai aku besar. Dan ternyata sekarang, aku udah melihat sendiri filmnya seperti apa.

Film yang sangat mengharukan ini mengajarkan kita tentang kesetiaan dan kasih sayang. Anjing memang binatang yang paling setia. Aku masih ingat, dulu tetanggaku pernah punya peliharaan anjing. Kebetulan jenis anjingnya Akita juga. Anjing itu selalu setia menemani waktu tuannya berkebun di halaman rumah. Sampai tuannya jatuh sakit hingga harus duduk di kursi roda, anjing itu tetap setia menemani. Kalau anjing itu sedang keluar main, kadang gerbangnya ditutup sama pembantu rumah itu. Akhirnya anjing tersebut berusaha masuk dari celah-celah gerbang. Aku sering denger suara anjing itu pas lagi kejepit pintu gerbang. Kasihan banget. Padahal kalo udah waktunya pulang, anjing itu berlari secepat kilat buat sampai di rumah tepat waktu.

Setahuku, anjing nggak pernah menyakiti tuannya. Yang dia sakiti h`nya seseorang yang menyakiti tuannya. Kadang manusia aja masih bisa menyakiti dan nggak setia. Mestinya kita bercermin dari sikap setia seekor anjing. Yang anjing miliki sebenarnya hanyalah naluri. Tapi saat ada yang memilki, anjing akan tetap setia ampai kapan pun di sisi tuannya. Kita manusia yang memiliki akal dan pikiran, terkadang masih menyakiti sesame dan bersikap tidak setia. Mmm… seandainya, dalam agama Islam nggak diharamkan untuk memelihara anjing, mungkin dari dulu aku udah pelihara seekor anjing untuk menemani hari-hariku.

Sekian posting kali ini. Semoga bermanfaat buat semuanya…

No comments:

Post a Comment