Friday, March 30, 2012

Star, Puisi Untuk Idolaku

Star, pertama kali aku melihatmu
Aku begitu tertarik
Seumur hidup, baru kali ini aku
Melihat orang penuh pesona sepertimu

Walau aku hanya bisa
Melihatmu di layar kaca dan media lainnya
Tapi itu sudah cukup membuatku tersenyum bahagia
Seakan aku berada di duniaku sendiri yang indah

Star, melihatmu jauh di sana
Membuatku selalu berpikir
Kelak bisakah aku melihatmu langsung
Tanpa lagi ada jarak, bayangan dan khayalan semata

Star, tetaplah bersinar di sana
Bagikan cahayamu kepada yang mengidolakanmu
Termasuk aku di sini
Biarkan aku selalu memimpikanmu
Karena hanya dengan itu hidupku menjadi berwarna


Friday, March 16, 2012

Film Hachiko

Beberapa hari yang lalu aku diajak seorang temanku buat melihat film ini. Film yang dibintangi oleh Richard Gere ini menceritakan tentang kesetiaan seekor anjing Akita bernama Hachi kepada tuannya, Parker. Setiap pagi saat berangkat kerja, Hacho selalu mengantarkan Parker sampai ke stasiun. Sebelum pukul 5 sore, Hachi sudah setia menunggu Parker di depan stasiun. Begitulah yang dilakukan Hachi srtiap hari.

Hingga suatu hari saat sedang mengajar, Parker terkena serangan jantung dan langsung meninggal. Jenazahnya yang langsung dimakamkan di belakang kampus membuat Hachi terus menunggu kedatangnan Parker di stasiun. Walaupun anak Parker, petugas stasiun dan Ken sahabat Parker telah berusaha menjelaskan pada Hachi bahwa Parker telah tiada, tapi Hachi tetap setia menunggu Parker di depan stasiun hingga 1bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya 10 tahun kemudian, Hachi meninggal dan bisa bertemu ‘Parker’ kembali.

Film ini diangkat dari kisah nyata. Hachiko yang sesungguhnya lahir di Odate, Jepang pada tahun 1923. Ketika tuannya yang bernama Dr. Eisaburo Ueno meninggal pada Mei, 1925, keesokan harinya Hachiko kembali ke Stasiun Shibuya untuk menunggu tuannya sampai 9 tahun lamanya. Kemudian Hachiko meninggal pada Maret 1934. Hingga akhirnya, sebuah patung perunggu Hachiko dibuat di depan Stasiun Shibuya untuk mengenang kesetiaan Hachiko yang menunggu tuannya sampai meninggal.

Sebenarnya, jauh sebelum menonton film ini – tepatnya waktu aku masih SD – seorang Guruku pernah menceritakan kisah seekor anjing yang setia menunggu tuannya di depan stasiun kereta, bahkan sampai meninggal. Cerita itu masih aku ingat sampai aku besar. Dan ternyata sekarang, aku udah melihat sendiri filmnya seperti apa.

Film yang sangat mengharukan ini mengajarkan kita tentang kesetiaan dan kasih sayang. Anjing memang binatang yang paling setia. Aku masih ingat, dulu tetanggaku pernah punya peliharaan anjing. Kebetulan jenis anjingnya Akita juga. Anjing itu selalu setia menemani waktu tuannya berkebun di halaman rumah. Sampai tuannya jatuh sakit hingga harus duduk di kursi roda, anjing itu tetap setia menemani. Kalau anjing itu sedang keluar main, kadang gerbangnya ditutup sama pembantu rumah itu. Akhirnya anjing tersebut berusaha masuk dari celah-celah gerbang. Aku sering denger suara anjing itu pas lagi kejepit pintu gerbang. Kasihan banget. Padahal kalo udah waktunya pulang, anjing itu berlari secepat kilat buat sampai di rumah tepat waktu.

Setahuku, anjing nggak pernah menyakiti tuannya. Yang dia sakiti h`nya seseorang yang menyakiti tuannya. Kadang manusia aja masih bisa menyakiti dan nggak setia. Mestinya kita bercermin dari sikap setia seekor anjing. Yang anjing miliki sebenarnya hanyalah naluri. Tapi saat ada yang memilki, anjing akan tetap setia ampai kapan pun di sisi tuannya. Kita manusia yang memiliki akal dan pikiran, terkadang masih menyakiti sesame dan bersikap tidak setia. Mmm… seandainya, dalam agama Islam nggak diharamkan untuk memelihara anjing, mungkin dari dulu aku udah pelihara seekor anjing untuk menemani hari-hariku.

Sekian posting kali ini. Semoga bermanfaat buat semuanya…

Thursday, March 15, 2012

Jangan Pedulikan Orang Lain

Kita menjalani hidup ini pasti dengan ada banyak orang di sekitar kita. Mulali dari orang tua, saudara, teman-teman, guru hingga kolega. Mereka mengisi hari-hari kita dengan penuh warna dan suka duka. Namun terkadang tanpa kita sadari, kita terkadang hidup hanya dengan mengikuti kata-kata orang lain. Bisa jadi alasannya hanya karena kita tidak ingin menyakiti, ingin tetap diterima di lingkungan atau bahkan hanya untuk menyenangkan orang lain se,mata. Kita terlalu mementingkan kebahagiaan orang lain yang akhirnya kita melupakan hak kita sendiri untuk berbahagia.

Yang lebih sering menjadi korban adalah anak-anak yang ‘terlalu’ berbakti. Demi membahagiakan orang tua – yang sesungguhnya hanya ingin anaknya bahagia – akhirnya mengabaikan keinginannya sendiri. Karena terkadang ada orang tua yang tidak peduli sama sekali dengan bakat anaknya dan justru ‘mencetak’ anaknya sesuai keinginannya.

Yang lebih konyol adalah orang-orang yang mengabaikan impian dan cita-citanya sendiri hanya untuk mengikuti orang lain. Sebenarnya, kita bisa melihat orang lain yang benar-benar peduli pada kita. Jika mereka benar peduli, mereka akan sangat mendukung apapun yang ingin kita lakikan. Sedangkan orang lain yang sebenarnya tidak peduli, mereka hanya akan berkomentar seenaknya, mencela apapun yang kita lakukan – seolah hanya mereka yang paling benar – bahkan menjauhi kita begitu saja.

Untuk kita yang selama ini hidup dengan bayang-bayang orang lain, mari kita hentikan. Rugi sekali kalau kita hanya menghabiskan sisa hidup kita dengan cara hidup seperti itu. Ingat, sejak lahir kita semua sudah memiliki impian dan cita-cita. Itu adalah petunjuk Tuhan yang sesungguhnya hanya ingin semua makhluk ciptaannya bahagia dalam menjalani hidup di dunia ini. Jangan lagi pedulikan kata orang lain. Bukan mereka yang berhal menentukan kebahagiaan kita. Karena bukan orang lain sesering apapun berkomentar miring mengenai apa saja yang kita lakukan, mereka toh jelas tidak mau bertanggung jawab menanggung kehidupan kita sampai tua bukan? Jadi, mulai sekarang hiduplah dengan cara lita sendiri. Jangan lagi kita melakukan segala sesuatu karena ketakukan dan keterpaksaan. Percaya saja, jika kita berhasil, semua orang – bahkan yang awalnya berpikiran salah tentang kita - akan ikut bahagia dan bangga. Maka dari itu, raihlah semua impian dan cita-cita yang selama ini kita inginkan demi masa depan kita. Karena kehidupan kita, adalah kebahagiaan kita.

Sekian posting kali ini. Semoga bermanfaat buat semuanya...

Monday, March 12, 2012

Di Tempatku Bekerja

Tiba-tiba pengen curhat nih tentang keadaan di tempatku kerja. Kalo ada yang baca sampai akhir, yrus nyebut ini sebagai keluhan atau apa, terserah. Yang penting niatku cuma pengen curhat supaya beban pikiranku

Nggak terasa udah hampir 5 tahun aku bekerja sebagai tenaga rekam medis. Tepatnya di bagian pendaftaran. Tempat kerjaku letaknya adalah di bagian paling depan RS. Jadi setiap pasien yang baru datang, harus daftar dulu di tempat pendaftaran. Tempat tersebut juga merangkap tempat informasi,. Jadi misalnya ada pasien yang mau bezuk, trus nggak tau di mana ruangan pasiennya, bisa tanya di situ juga.

Tempat itu juga menjadi seperti tempat operator telepon. Kalo ada telepon dari luar, lalu minta disambungkan ke bagian bersalin, anak ato admin juga bisa disambungkan lewat pendaftaran. Makanya itu kalo yang pas shift dinas, agak susah kalo mau kelayapan. Soalnya telepon bisa sering berdering sepanjang waktu. Jadi mesti stand by.

Tempat tersebut juga merangkap kasir. Apalagi kalo pas shift pagi. Karena di jam 8 pagi sampai jam 8 malam, ada poli.rawat jalan dan pelayanan imunisasi. Kita mesti siap duit buat kembalian uang pasien yang gede-gede. Kalo pas nggak ada kembalian juga mesti cepet ke kasir ato bagian keuangan buat tukar uang. Kenapa nggak langsung bayar ke kasir aja yang tempatnya uang berada? Jangan tanya itu, karena aku sendiri juga bingung. Setiap jam 12 siang uang rawat jalan tadi baru disetorkan ke kasir. Karena itu nggak boleh ada uang yang hilang. Karena kalo hilang juga mesti tanggung jawab yang shift dinas yang mengganti.

Kalo pas shift sore, sebenarnya agak ringan. Cuma mendekati jam praktek dokter kandungan, banyak pasien berdatangan. Masalahnya, pasien kadang nggak tau benar tempat dokter yang dituju. Datangnya juga ke RS. Kadang aku heran, apa yang kasih alamatnya nggak jelas ya?

Yang shift malam, sebenarnya tergantung. Kalo pas banyak pasien masuk, bisa jadi nggak bisa tidur semalaman. Kalo pas sepi sih bisa dijamin boboc sampai pagi. Hihihi…

Setiap ada pasien baru, macam-macam reaksinya. Ada yang tenang, tapi ada juga yang panik. Baru ditanya bentar, suaminya bawannya pengen ngikutin istrinya yang udah dibawa ke ruang bersalin. Maaf ya, tapi emang mau bantuin bidan buat nolongin istrinya melahirkan apa? Aku kadang suka kesal kalo ada keluarga pasien yang kalo pas didata, bawaannya nggak sabaran. Padahal kalo daftar pasien tuh nggak sampai 10 menit kok. Eh, kayak gitu juga masih aja ada yang tanya, “Masih lama ya Mbak?”. Aku heran, kalo pas aku ke bank, kalo liat orang-orang pada ngantri kok ya pada sabar. Kalo pun dalam hati ngedumel, kok nggak ada yang tanya ke pegawai bank,”Masih lama ya Mbak?”. Apa karena urusannya beda jadi sikapnya juga beda ya?!? Ck, ck, ck…

Well, aku belom nikah sih. Jadi emang belom merasakan gimana paniknya kalo pas mau melahirkan di RS. Tapi kayaknya itu kembali ke orangnya masing-masing deh. Aku pernah daftar pasien dari pelosok desa, sabar banget. Nggak ngomel-ngomel kelamaan. Keliatan orang awam, tapi bisa mengerti peraturan.

Itulah sekilas curhatku kali ini. Buat yang mau ngelamar kerja di Rs, terutama di bagian pendaftaran, jadikan ini pengalaman sekaligus pelajaran tentang suka duka kalo kerja di bagian pendaftaran. Jangan ditanya aku masih betah ato nggak. Karena sebenarnya juga udah nggak betah banget. Jadi sekarang masih dibetah-betahin deh  Pengen resign tapi mesti nyiapin duit buat memulai karir yang baru.

Sekian posting kali ini. Semoga bermanfaat buat semuanya…

Saturday, March 3, 2012

Jadilah Apapun Yang Kita Inginkan

Setelah beberapa tahun nggak pernah nonton film India – kecuali kalo pas diputar di TV, kemarin aku nonton film India lagi. Judulnya 3 Idiots a.k.a Three Idiots. Sebenarnya dulu sekitar pertengahan 2011, aku pernah nonton film ini waktu diputar di salah satu stasiun TV swasta. But, karena waktu itu udah malem, alhasil aku keburu ngantuk. Waktu itu aja aku  bahkan nggak tau kalo tuh film judulnya 3 Idiots.

Semula aku pikir film ini menceritakan tentang orang-orang yang benar-benar idiot. Maka dari itu aku agak males aja waktu diajak liat nonton sama salah satu temenku yang lagi hamil buat ikutan nonton. Denger judulnya aja aku sempat ilfeel.

Tapi, setelah denger dari beberapa orang yang ketemu di rental VCD, aku jadi penasaran. Kata mereka, film itu bagus. Akhirnya aku coba pinjel tuh film. Karena kebetulan juga lagi ada alias nggak ada yang pinjem tuh film. Sampai di kamar, langsung masukkan disc 1 and roll!

Ternyata aku salah besar. Film 3 Idiots justru keren banget. Jalan ceritanya yang maju mundur bikin emosiku kayak diaduk-aduk. Habis ketawa, trus nangis, ketawa, nangis lagi. Dan banyak pelajaran yang aku dapat dari film itu. Beberapa kata bijak yang aku ambil dari film itu adalah :

  1. Hidup Itu Adalah Perlombaan, Jika Tidak Cepat Maka Akan Ada Yang Mengalahkan Kita
  2. Jadilah Orang Yang Berguna, Maka Kesuksesan Dan Keberhasilan Akan Mengikuti Kita
  3. Lakukanlah Apa Yang Kita Sukai, Karena Itulah Profesi Kita Yang Sebenarnya

Anyway, aku nggak akan review nih film. So, buat yang penasaran kayak apa serunya film 3 Idiots, langsung aja beli / sewa di toko / rental terdekat di kota Anda. Hehehe… Film ini penuh canda tawa, persahabatan serta motivasi dan semangat untuk menjadi apapun yang kita inginkan

Sekian posting kali ini. Semoga bermanfaat buat semuanya...